Surat untuk Penguasa Lautan


Hyang Bhatara Guru, Bhatari Uma lan Ibu Pertiwi

Kawula kataturaken pejati kangge kageme ati

Sampun rampung lan ikhlas, pejati niki tebusan kawula

Mugi parigi becik lan sedhana

Aku berdoa kepadamu Dewa Baruna, untuk melepas semua kenangan manisku dengan dia, si tuan ombak. Akan aku lepas semua kenangan kita bersama, semua cita-cita yang sempat ia janjikan dan juga niatku untuk bahagia bersamanya. Aku melepasnya dengan bahagia dan niat yang suci. Kami adalah Hambamu yang setia, maka dari itu, aku akan menebus semuanya dengan bakti dan nyadnyaku kali ini.

Matur Suksma Gusti, ternyata begini ya rasanya mencintai, dicintai, dan merelakan. Aku sudah ikhlas dan bahagia dengan semuanya, meskipun masih ada hutang diantara kita.

You look like a cute fiancé,” “let’s have mini sveta too, so i can kiss you twice.”

Pembohong ulung memang, tak hanya itu, ia mempermainkanku meskipun tau bahwa aku benar-benar tulus kepadanya. Tak apa, aku akhirnya belajar dari ini semua.

Aku masih ingat rasa sakit di pipi atasku saat aku merona merah karena kita bercengkrama. Sakit sekali dan menyenangkan. Aku bahkan tidak tahu bahwa aku merona hanya karena ia, yang aku tahu, aku adalah Anjing Kecil yang menggerakkan ekornya karena tuannya datang. Tak hanya itu, hanya dengan mengucap namanya, aku merasa damai dan berani berharap.

Sebagai Umatmu yang setia Tuhan, penghormatan ini tidak hanya sebagai wujud ikhlasku untuk melepaskan ia yang terkasih. Ini adalah penebusan atas apa yang terjadi diantara kita. Aku membayarnya dengan doa hingga semuanya hilang dibawa ombak. Aku bahagia Tuhan, aku telah damai. 


 Oleh Sveta Arunika 

Post a Comment

Previous Post Next Post