Didatangi Turis dari 25 Negara Berbeda, Pasar Kebun di Omah Sinau Gesang Lumajang Berlangsung Meriah

Panitia dan sebagian peserta Pasar Kebun berfoto bersama 

LUMAJANG - Di tengah suasana asri di Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Lumajang, ada satu lokasi di mana edukasi, kecintaan akan lingkungan, penguatan posisi pangan lokal, dan kebudayaan tumbuh dengan pelan tapi meyakinkan. 

Adalah Omah Sinau Gesang yang memulai dan mengembangkannya. Terutama melalui kegiatan bertajuk Pasar Kebun pada Minggu, 8 Februari 2026, lalu. Kegiatan ini menjadi ruang temu antara edukasi, budaya, pangan lokal, dan praktik keberlanjutan yang melibatkan masyarakat lintas latar belakang.

Jangan dikata, Pasar Kebun menghadirkan beragam rangkaian acara, tak hanya satu belaka. Mulai dari Festival Pangan Lokal, Live Music, pertunjukan Barong Sai, Tari Liang Liong, dan Tari Nusantara, hingga Piknik Buku, Outdoor Photo Session, serta sesi berkomunikasi dalam bahasa Inggris santai bertajuk Casciscus Kemenggres. 

Seluruh kegiatan berlangsung di ruang terbuka kebun, dengan suasana alami yang menjadi bagian dari pengalaman belajar bersama.

Founder Omah Sinau Gesang, Siti Murniasih, menjelaskan bahwa Omah Sinau Gesang bermakna Rumah Belajar Kehidupan. Menurutnya, ruang belajar tidak selalu harus berbentuk kelas formal. Seperti yang dicontohkan oleh acara Pasar Kebun ini. 

“Semua guru, semua murid di sini, kita saling belajar dari pengalaman orang lain, belajar dari perspektif yang beragam. Belajar bukan hanya dari lecturing atau ajar-mengajar, tetapi juga dari interaksi yang bermakna,” ujarnya. 

Wanita yang mendirikan Omah Sinau Gesang bersama suami dan kedua anaknya tersebut menambahkan, bahwa Pasar Kebun menjadi media untuk mendemonstrasikan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan Omah Sinau Gesang, seperti edukasi, keberlanjutan (sustainable), inklusi, keberagaman, dan wellness. 

Pasar Kebun sendiri dirancang berlangsung setiap Minggu Legi, yang saat ini digelar dua kali dalam setahun. Ke depannya, tambah wanita yang akrab disapa Asih itu, tentu akan diselenggarakan lebih sering di masa mendatang.

Selain itu, Omah Sinau Gesang juga mengembangkan konsep volunteerism, dengan mengundang relawan dari luar kota hingga luar negeri untuk berwisata di Lumajang, sambil mendukung program edukasi yang dicanangkan oleh Omah Sinau Gesang. 

Hingga kini, Omah Sinau Gesang telah dikunjungi oleh relawan dan pengunjung dari 25 negara berbeda. “Mereka ikut mengurus kebun, mengedukasi ke sekolah, dan mengangkat budaya lokal. Prinsip kami more local, more global. Kalau mau mengglobal, ya harus melokal,” imbuh Asih.

Yang tak kalah tertarik dari Pasar Kebun ini adalah Casciscus Kemenggres. Acara ini menjadi kesempatan bagi anak muda untuk berinteraksi langsung secara gratis dengan penutur asli bahasa Inggris. Selain itu ada pula school outing bagi siswa-siswi untuk belajar dolanan tradisional, bahasa Inggris, dan praktik kebun permakultur. 

Pengalaman bercocok tanam dan memanen tanaman lokal juga menjadi daya tarik bagi pengunjung mancanegara.

Pasar Kebun kali ini juga mendapat respon positif dari pengunjung, salah satunya dari kalangan difabel. Bu Kartini dan Pak Agus, pengunjung dari Kabupaten Lumajang, menilai kegiatan ini sangat edukatif dan memberikan pengalaman berbeda.

“Suasananya bercengkrama dengan alam. Dari datang saja yang dilihat sudah alam sekitar, rasanya seperti berada di sebuah ruang yang sangat alami,” ujar Bu Kartini.

Pak Agus menambahkan, konsep Pasar Kebun menghadirkan kesan unik dengan nuansa jadul, salah satunya melalui sistem barter, bukan jual-beli menggunakan uang. 

Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan dan ke depan ditambah dengan acara khusus yang lebih ramah difabel. “Untuk hari ini belum ada kegiatan khusus disabilitas,” katanya. Namun, dia sudah merasa sangat senang dengan undangan ini. 

Asih juga mengucapkan terima kasih kepada Jember Book Party (JBP) karena sudah datang dari Jember. Baginya kedatangan ini adalah suatu kehormatan mengingat Jember terbilang jauh dari Lumajang. 

Teman-teman dari Jember Book Party berpose bersama di acara Pasar Kebun

Omah Sinau Gesang yang telah berdiri selama 10 tahun. Selain dikelola oleh tim keluarga, yakni dirinya bersama suami dan dua anak, Asih juga berkolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk media partner dan sponsor. Dia pun mengakui bahwa dalam penyelenggaraan tentu ada kendala, namun pihaknya memilih fokus pada solusi. 

Namun, dia optimis akan keberlanjutan acara ini. “Semoga kegiatan ini bisa terus berkelanjutan dan membuka kolaborasi ke depan,” pungkasnya.

Post a Comment

0 Comments