 |
| Kondisi salah satu jembatan jalur KA Kalisat-Bondowoso |
JEMBER - Apakah kalian pernah membayangkan naik kereta api dari Kalisat, Jember dan melewati beberapa stasiun kereta lalu berakhir di Bondowoso? Bayangan itu akan segera terwujud.
Tingginya minat dan keinginan masyarakat Jember dan Bondowoso untuk menggunakan layanan kereta api membuat semua hal harus dipersiapkan secara detail dan matang.
Selasa (27/1) lalu Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya telah menyelesaikan Survei Identifikasi Desain (SID). Ini merupakan tahap awal untuk mengumpulkan gambaran kondisi eksisting dan mencatat potensi hambatan pada jalur KA nonaktif lintas Kalisat-Bondowoso.
Kegiatan yang berlangsung sepekan itu bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting jalur non aktif Kalisat-Bondowoso-Panarukan, termasuk trase rel, jembatan, stasiun, lahan, serta titik-titik yang mengalami kerusakan atau perubahan fungsi.
Selain itu, kegiatan itu juga untuk mengumpulkan data dasar teknis sebagai referensi awal, seperti panjang jalur, kondisi struktur, serta potensi hambatan ketika jalur ini akan dibuka kembali.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan mengungkapkan, SID merupakan dasar awal dilaksanakannya survei lanjutan yang lebih komprehensif dan detail pada tahap perencanaan berikutnya. “Kami mengambil gambar dan melakukan plotting dengan GPS sehingga seluruh kondisinya dapat terpetakan,” ujarnya.
Denny juga menilai bahwa hal ini akan sekaligus mengidentifikasi hambatan jalur ini ketika hendak dibuka kembali. “Potensinya sudah terlihat dari kegiatan ini. Beberapa stasiun kondisinya sudah beralihfungsi," tuturnya.
Ditemukan beberapa jembatan yang walaupun dalam kondisi baik, tapi strukturnya masih perlu dianalisa kembali untuk menentukan perlu diganti, dibangun baru, atau menggunakan struktur lama.
Selain itu, kendala jika jalur Kalisat-Bondowoso dibuka kembali pun juga telah dapat dipetakan. Menurut Denny, walaupun secara trase jalur Kalisat-Bondowoso relatif masih mudah dikenali. Hanya saja, perlu koordinasi lanjut dengan stakeholder mengingat sejumlah titik jalur berdekatan dengan permukiman dan tidak steril.
“Selain diperlukan adanya penertiban juga perlu adanya pilihan jalan alternatif juga untuk warga karena beberapa jembatan KA saat ini menjadi akses warga untuk melintas,” tutupnya.
 |
| Petugas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya saat melakukan Survei Identifikasi Desain (SID). |
Sebagai informasi, jalur KA lintas Surabaya Kota-Kalisat-Bondowoso-Panarukan adalah jalur KA yang dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda Staatsspoorwegen pada tahun 1897.
Jalur segmen Kalisat-Bondowoso-Panarukan telah berhenti beroperasi pada 2004. Pada tahun 2023, BTP Surabaya bersama Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) berhasil menyelamatkan dan memindahkan salah satu alat peraga sinyal tebeng tipe Krian yang kondisinya memprihatinkan dari Stasiun Prajekan ke Stasiun Krian, Sidoarjo.
 |
| Kondisi Stasiun Bondowoso yang saat ini masih difungsikan sebagai Museum Kereta Api |
Sebelumnya, jalur KA Kalisat-Bondowoso-Panarukan ini juga telah melewati studi kelayakan pada tahun 2022 untuk dapat dibuka kembali dengan memperlihatkan minat yang tinggi dari warga sekitar Jember, Bondowoso, hingga Situbondo.
Editor: Hilmi Baskoro
0 Comments