Literasi Alam: Memadukan Literasi dan Alam di Kawah Wurung Bondowoso


Semua peserta Literasi Alam berfoto bersama setelah semua tahapan acara terlaksana.

Agenda literasi bertajuk "Literasi Alam" besutan Jember Book Party (JBP) kembali terlaksana dengan menyenangkan dan asyik. Memasuki edisi ketiga ini, JBP menggandeng Partai Buku Bondowoso (PBB) dan Situbondo Book Party (SBP). Kegiatan ini berlangsung di salah satu objek wisata paling ikonik di Bondowoso, yakni Kawah Wurung pada Sabtu (15/11/2025) lalu. 

Dengan tema "Langkah Menyatu, Cerita Bertemu" ini, puluhan peserta diajak membaca buku di pelukan alam Kawah Wurung yang indah dan menakjubkan. Mereka melakukan kegiatan literasi sambil menikmati objek wisata yang termasuk dalam site UNESCO Global Geopark Ijen tersebut. 

PIC JBP Dimas Baskoro mengatakan bahwa dia bersama PIC komunitas lainnya sepakat Literasi Alam bisa jadi agenda bersama lagi. "Tapi enggak tentu sebulan atau dua bulan sekali. Ini agenda fleksibel, bukan hal yang rutin. Ajang silaturahmi komunitas buku di lima kabupaten," ujar pria yang akrab disapa Ibbas tersebut. Lima kabupaten yang dimaksud adalah Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. 

Salah satu peserta, Feby mengakui kegiatan ini sangat seru. "Aku seneng banget bisa ketemu temen-temen yang baik, ke tempat yang bagus dan bikin kenangan indah di sana, dan tetap bisa menambah wawasan juga. Ikut Literasi Alam adalah salah satu hal yang paling aku syukuri, meskipun acaranya hanya berlangsung dua hari tapi kekeluargaannya sangat terasa," ungkap mahasiswi asal Jember itu. 

Feby pun berterima kasih kepada semua kru yang sudah menyelenggarakan acara ini, dia sangat mengapresiasi semua usaha dan kerja keras semua kru. 

Selain Feby, perwakilan Situbondo Book Party Fakhrul mengaku belum move on dari trip ini. "Masih keinget betul subuhan yang dingin itu. Masih berasa hangatnya ngumpul-ngumpul sama orang baru, tapi kayak dah lama kenal. Masih kebayang serunya motoran, bareng-bareng, beriringan, jalan ke kawah ngejar sunrise," tuturnya.  

Dia juga mengucapkan terima kasih ke semua yang terlibat di acara tersebut. Menurutnya acara tersebut berlangsung lancar karena banyak orang yang luar biasa yang ikut serta. 

Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari komunitas Majang Buku, Jafar. Dia mengatakan kegiatan ini benar-benar memberikan perspektif yang fresh. "Ini adalah pengalaman pertama saya, di mana literasi dipadukan dengan alam secara mendalam, seolah mengingatkan diri bahwa alam adalah bagian dari peradaban dan kehidupan itu sendiri," ucapnya. 

Dari kegiatan ini, dia juga mendapatkan sebuah pemahaman baru tentang bagaimana membangun relasi literasi lintas daerah yang kuat, bukan hanya sekadar dari buku. "Semoga acara kolaboratif seperti ini terus berkelanjutan dan dapat menginspirasi semua pegiat literasi di Jawa Timur," tutupnya. 

Post a Comment

0 Comments