Membaca judulnya saja, ada kemungkinan tidak ada yang ingin membaca isinya. Perlu diingat, di era sekarang, judul itu kadang menjebak. Bisa saja itu berita baik, bisa jadi itu berita hoax, seperti yang sering seliweran di lini masa kita. Namun, saya akan coba menjelaskan versi mudahnya.
Deret Matematika Bukan Sekadar Angka
Kembali ke judul, misalkan untuk sukses itu--yang sering ditulis atau diagungkan oleh mayoritas orang sukses--dimulai dari pola yang sederhana. Ambil contoh bangun pagi, merapikan tempat tidur, afirmasi positif di depan cermin, olahraga, sarapan sehat, cukup bergerak, totalitas dalam bekerja dan lain sebagainya. Katakan saja, Anda bisa bangun pagi hari ini. Apakah besok Anda akan merapikan tempat tidur saja? Tentu tidak! Anda harus bangun pagi dan merapikan tempat tidur. Hari selanjutnya, apakah akan afirmasi positif saja? Bukan itu saja! Anda harus melakukan mulai bangun pagi hingga afirmasi positif. Lanjut seperti ini hingga tidak ada penyesalan yang datang. Jika tidak bisa dalam satu hari, lakukan setiap tujuh hari atau dua hingga tiga minggu. Dengan pemikiran yang sama, jika Anda bisa bangun pagi dalam waktu tertentu, misalkan seminggu, maka di waktu selanjutnya tidak mungkin Anda hanya akan melakukan kegiatan berikutnya kalau tujuannya sukses.
Kita coba keluar jalur sebentar. Misalkan Anda ingin menurunkan berat badan. Anda sudah menyusun pola seperti bangun pagi, minum air mineral, pemanasan sebentar, jogging keliling perumahan, minum jus, istirahat cukup, olahraga berat dan sebagainya. Katakan, Anda ingin membiasakan diri bangun pagi selama seminggu. Di minggu berikutnya, jika ingin membiasakan pemanasan dengan rentang waktu yang sama, tidak mungkin Anda meninggalkan kebiasaan bangun pagi yang telah dilakukan. Begitu juga jika di minggu selanjutnya Anda ingin jogging, tidak masuk akal kalau meninggalkan dua kebiasaan lama yang sudah dilakukan. Berturut-turut harus dilakukan semuanya. Atau, semua yang sudah disebutkan dilakukan dalam sehari. Besoknya, entah urutannya berubah, semua yang direncanakan tetap harus dilakukan. Apakah capek? Sudah pasti. Hasilnya? Pasti turun. Namun, saya tidak tahu apakah akan sama setiap orang dengan orang yang sama.
Akumulasi Kebaikan, Akumulasi Kesuksesan
Sebenarnya, paragraf tadi tidak perlu dibaca sampai selesai. Apa yang mau saya sampaikan adalah jika ingin melakukan kebaikan yang baru, jangan lupa dengan tetap melakukan kebaikan yang sudah dilakukan sebelumnya. Jika ingin menambah kebaikan lagi, akumulasikan dengan kebaikan sebelumnya. Jika tidak bisa dalam sehari, coba seminggu, boleh dua minggu atau sebulan untuk mengkonsistensikan kebaikan pertama sebelum melakukan yang kedua, ketiga dan seterusnya. Jika sampai sekarang Anda hanya bisa bangun pagi seumur hidup dan tidak melakukan kebaikan yang lain, rasa-rasanya kesuksesan yang Anda raih hanya sebagian.
Namanya juga pendapat, paragraf sebelumnya juga jangan dibaca dalam-dalam jika tidak penting. Sukses itu punya banyak jalan, banyak cara maupun banyak versi. Ada jalan yang terjal tapi hasilnya memuaskan, ada jalan yang mulus tapi hasilnya biasa saja. Ada cara yang mudah, ada cara instan maupun sulit. Ada versi yang harus kaya, ada versi yang tidak perlu banyak hutang. Bergantung bagaimana kita menuju sukses.
Nah, kalau sudah begini, bagaimana bentuk deret matematikamu?
0 Comments